nyawaku lelah. nafasku ingin istirahat. jantungku ingin berhenti berdetak. nadiku ingin diam barang sejenak. darahku tak ingin lagi mengalir. dan jiwaku, kasian..dia letih sekali. ruhku ingin lepas dari ragaku. dia ingin bebas, terbang melayang bersama angin tuk sampaikan aku padaNya.
rinduku menggebu. hasratku membara. hatiku bergetar. genderang izrail telah ditabuh. suaranya memukul remuk sukma, menabur kepedihan di mana-mana. untuk beberapa saat kurasakan sekarat yang begitu dahsyat! sakit yang teramat sangat! genderang maut terus ditabuh. bertalu-talu. menggema di segala penjuru. mencabik-cabik ragaku. menghempaskan jiwaku.
Plaasss...ruhku terlepas! tubuhku kaku. darahku membeku. gelap....di mana aku? untuk sejenak penderitaanku tadi berlalu. tak ku rasakan apapun selain bau tanah yang menusuk hidungku. tak ku dengar lagi hingar-bingar genderang bergemuruh. hanya senandung gagak yang menyayat bak sembilu. berpadu dengan isakan tangis bernada pilu. serta lantunan ayat-ayat cintaNya yang terdengar begitu merdu dan sayu. perlahan, suara-suara itu memudar. bumi serasa berhenti berputar. ku dengar derap langkah yang kian menjauh. meninggalkanku...
sepi...sunyi...kini, tinggallah aku sendiri di samping gundukan tanah bertabur bunga, dan dua papan tertancap di ujungnya, bertuliskan nama......ahh, tiba-tiba saja aku ingin menangis. namun, belum sempat air mataku keluar, ku lihat dua makhluk bertampang sangar, dengan cambuk dan godam yang begitu besar, sedang menantiku di bawah
Rabb...inikah saatnya?


0 komentar:
Posting Komentar